Sunday, November 10, 2013

Moral Anak Semakin Rusak Akibat Pergaulan Bebas, Bagaimana Bojonegoro Di Masa Mendatang?


            Bojonegoro dianggap sebagai salah satu kota yang terkenal dengan budaya yang santun dan berbudi pekerti luhur, hal itu terbukti bahwa masyarakat Bojonegoro sangat mudah dikenali ketika berbaur dengan masyarakat dari berbagai daerah lainya. Sayangnya semua hal itu sudah sangat jarang kita temui dikalangan remaja Bojonegoro yang saat ini sudah mengalami perubahan-perubahan sosial yang kian nampak di masyarakat.
            Berbicara masalah sosial memang tak pernah usai, dari hari ke hari kian berubah bahkan kecenderungan perubahn pun sangat cepat. Bukan hanya di derah perkotaan, namun  sudah merambah ke penjuru kecamatan maupun desa. Cepatnya perubahan ini akibat perkembangan teknologi dan informasi yang demikian pesat.
            Perkembangan teknologi informasi tidak saja berdampak positif, tetapi banyak pula dampak negatifnya. Terutama dampak negatif masalah sosial. Ada berbagai masalah sosial disekitar kita, baik yang sederhana hingga yang rumit. Salah satu masalah sosial di Bojonegoro adalah masalah moral yang semakin rusak, itu terjadi pada pergaulan besas yang seolah-olah sudah dianggap sesuatu yang  biasa dan bisa diterima oleh masyarakat.
            Sejauh ini memang telah banyak diupayakan bagaimana mengatasi pergaulan bebas khususnya di kalangan remaja atau kawula muda, namun sayangnya bukan malah menurun, tetapi justru ada kecenderungan meningkat. Di sisi lain bahkan ada fenomena yang lebih parah lagi.
            Fenomena-fenomena yang terjadi sebagai akibat dari pergaulan bebas tersebut antara lain: anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar sudah berani untuk merokok, remaja yang suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, berani terhadap orang tua, mabuk-mabukan, penyalahgunaan narkotika dan pacaran, bahkan ada yang menyebutkan bahwa pacaran itu boleh dilakukan asalkan secara sehat. Bukannya pacaran itu adalah bentuk kecil dari perbuatan zina? Dan tak jarang juga dampak dari pacaran adalah hubungan badan diluar nikah.
            Sedangkan gaya berinteraksi antara remaja laki-laki dan wanita  yang sudah tak punya batasan lagi. Mereka adalah manusia yang masih berusia muda tetapi sudah melakukan banyak hal layaknya oleh sepasang suami istri.
            Dalam pergaulan bebas ini dua anak yang berlainan jenis ini sudah tak segan untuk berduaan, pegang-pegangan atau bahkan sudah ada yang berani berhubungan badan. Dan hal-hal seperti bukan lagi hal-hal yang baru atau tabu untuk dilakukan.
            Banyak pasangan remaja ini yang sudah berani mengumbar kemesraan-kemesraan mereka ditempat umum. Mereka sudah tidak memiliki rasa malu lagi karena apa yang mereka lakukan juga banyak dilakukan oleh remaja-remaja lain. Bahkan sudah menginjak pada hubungan bebas khususnya sampai kepada level hubungan badan yang kerap dipertontonkan secara berani.
            Yang menjadi korban utama pergaulan bebas ini adalah dua anak manusia pelakunya itu sendiri. Si wanita akan hamil diluar nikah. Jika dia masih duduk dibangku sekolah tentunya akan dikeluarkan dari bangku sekolah sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikannya. Parahnya si wanita yang sedang hamil menuntut kepada si laki-laki untuk segera menikahinya dalam keadaan mengandung dengan tujuan untuk menutupi aibnya.  Disitulah agama yang menjadi tuntunan hidup harus dikesampingkan lantaran hanya untuk menutupi aib semata. Padahal dalam islam, wanita sedang hamil haram untuk dinikah, jadi jika pernikahan itu tetap dilakukan maka kedua pernikahan tersebut tidak sah secara agama dan ketika mereka melakukan hubungan badan maka sama saja mereka melakukan zina. 
            Pergaulan bebas ini dapat berawal dari hubungan yang dinamakan pacaran. Jika orang tua atau kakek nenek kita dulu masih malu-malu dalam pacaran, sekarang remja kita sudah berani memberikan bentuk-bentuk pacaran baru yang lebih berkenaan dengan hubungan fisik. Pergaulan bebas ini memang telah menjadi suatu permasalahan bersama yang harus segera dicari solusi cara mengatasi pergaulan bebas. Namun sebelum kita cari solusinya, kita harus mengetahui apa yang menyebabkan maraknya pergaulan bebas dikalangan remaja.
            Hal pertama yang menyebabkan maraknya pergaulan bebas adalah lemahnya iman yang tertanam di hati remaja saat ini. Remaja saat ini cenderung lebih suka terhadap hal-hal yang bersifat duniawi yang membutakan hati mereka terhadam arti hidup yang sesungguhnya. Iman sakan jauh dari pikiran mereka. Semua yang mereka lakukan adalah untuk bersenang-senang tanpa ada batasan dari agama dan nilai-nilai moral.
            Selain iman yang lemah, faktor lain yang menyebabkan pergaulan bebas adalah pandangan masyarakat yang menganggap wajar dan boleh remaja itu berpacaran. Sedangkan pacaran inilah yang menjadi awal terjadinya pergaulan bebas.
            Mungkin awalnya akan malu-malu untuk hanya sekedar berpegangan tangan, manun lambat laun dengan disertai keinginan dan rayuan setan maka hal lain yang lebih berani pun tak enggan untuk dilakukan.
            Model atau cara berpakaian juga merupakan salah satu faktor pemicu pergaulan bebas. Cara berpakaian remaja sekarang yang sudah berani terbuka sehingga dapat mengundang nafsu, khususnya bagi para pria.
Media pun turut berperan menyebabkan maraknya pergaulan bebas. Melalui media tersebut nilai-nilai ketimuran sudah hilang tergantikan dengan kiblat kebudayaan barat yang terus menerus dijadikan patokan untuk diikuti oleh remaja kita. Hal itu tentu sangat menghawatirkan bagaimana nasib kota kita bahkan bangsa ini ke depan jika budaya ketimuran sudah hilang.
            Di media dipertontonkan kehidupan yang serba boleh atau liberal, yang banyak mengumbar aurat atau yang tak mengindahkan agama dan nilai-nilai moral. Dengan ini semua maka wajarlah remaja dengan tabiatnya yang suka meniru dan gampang tergoda juga berkeinginan untuk melakukannya.
Selain itu lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan juga menjadi faktor pemicu terjadinya pergaulan bebas. Sekolah kita sampai waktu sekarang masih banyak berfungsi sebagai “sekolah dengar” daripada memberikan kesempatan luas untuk membangun aktivitas, kreativitas dan inventivitas anak. Dengan demikian sekolah tidak membangun dinamisme anak, dan tidak merangsang kegairahan belajar anak. Selanjutnya, berjam-jam lamanya setiap hari anak-anak harus melakukan kegiatan yang tertekan, duduk, dan pasif mendengarkan, sehingga mereka menjadi jemu, jengkel dan apatis.
Di kelas, anak-anak terutama para remajanya sering mengalami frustasi dan tekanan batin, merasa seperti dihukum atau terbelenggu oleh peraturan yang “tidak adil”. Di satu pihak pada dirinya anak ada dorongan naluriah untuk bergiat, aktif dinamis, banyak bergerak dan berbuat, tetapi di pihak lain anak  dikekang ketat oleh disiplin mati di sekolah serta sistem sekolah dengar.
Ada pula guru yang kurang simpatik, sedikit memiliki dedikasi pada profesi, dan tidak menguasai metodik mengajar. Tidak jarang profesi guru/dosen dikomersialkan, dan pengajar hanya berkepentingan dengan pengoperan materi ajaran belaka. Perkembangan kepribadian anak sama sekali tidak diperhatikan oleh guru, sebab mereka lebih berkepentingan dengan  masalah mengajar atau mengoperkan informasi belaka.
            Nah, melihat berbagai permasalahan dan dampak pergaulan bebas ini maka harus segera di aplikasikan cara mengatasi pergaulan bebas ini. Ada beberapa upaya serius yang bisa dilakukan sebagai cara menaggulangi pergaulan bebas ini.
Menanamkan keimanan yang kokoh, Hal pertama yang harus dilakukan sebagai cara mengatasi pergaulan bebas adalah dengan cara menanamkan keimanan yang kokoh di jiwa para remaja sekarang. Memang saat ini kalangan remaja kita kebanyakan sudah tak mengindahkan akan hal iman yang berkaitan dengan agama. Agama mengatur batasan-batasan setiap manusia dalam berinteraksi dengan yang lainnya. Jika seseorang sudah memiliki iman yang kokoh maka ia sendirilah yang akan mengingatkan dirinya sendiri untuk berada dalam batasan-batasan tersebut. Penanaman iman ini haruslah menjadi perhatian utama dari semua pihak.
Menanamkan nilai ketimuran, selain iman yang kokoh cara mengatasi pergaulan bebas adalah dengan cara membekali remaja dengan pemahaman-pemahaman akan nilai-nilai ketimuran. Tentu saja nilai ketimuran ini selalu berkaitan dengan nilai keislaman yang juga membentuk akar budaya ketimuran. Nilai yang bersumberkan pada ajaran spiritualitas agama islam ini perlu dipegang. Termasuk meningkatkan derajat keimanan dan moralitas pemeluknya. Dengan dipegangnya nilai-nilai ini, harapannya mereka khususnya kalangan muda akan berpikir seribu kali untuk terjun ke dunia pergaulan bebas.
Pengawasan dan kontrol sosial dari orang tua, tidak diragukan lagi bahwa orang tua memegang peranan penting dalam pembentukan pribadi remaja. Mayoritas remaja yang terlibat dalam kenakalan atau melakukan tindak kekerasan biasanya berasal dari keluarga yang berantakan, keluarga yang tidak harmonis di mana pertengkaran ayah dan ibu menjadi santapan sehari-hari remaja. Bapak yang otoriter, pemabuk, suka menyiksa anak, atau ibu yang acuh tak acuh, ibu yang lemah kepribadian dalam atri kata tidak tegas menghadapi remaja, kemiskinan yang membelit keluarga, kurangnya nilai-nilai agama yang diamalkan dll semuanya menjadi faktor yang mendorong remaja melakukan tindak kekerasan dan kenakalan. Oleh karena itu orang tua harus memiliki kemauan keras untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
Menanamkan pendidikan karakter sejak dini, karakter bisa terbentuk dari proses kebiasaan, dan hal itu harus dibiasakan kepada anak sejak duduk di bangku sekolah dasar. Jika anak-anak dibiasakan untuk melakukan sesuatu yang positif. Sehingga kelak mereka akan terbiasa.
Mengurangi menonton televisi, televisi idealnya sebagai sarana mendapatkan informasi yang mendidik dan bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang. Namun kenyataanya harapan itu sangat jauh. Televisi di negeri ini terutama televisi swasta, mereka lebih banyak menampilkan acara hiburan, maupun sintron-sinetron yang menawarkan gaya hidup bebas. Begitu juga tayangan infotaimen yang kadang menayangkan acara perslingkuhan, sex bebas dikalangan artis. Dengan demikian kisah prgaulan bebas bukan menjadi hal yang tabu lagi. Makanya tak ada langkah yang lebih manjur sebagai cara mengatasi pergaulan bebas selain mengurangi menonton televisi ini karena lambat laun otak akan teracuni oleh nilai-nilai yang sebenarnya sangat negatif. Untuk mendapatkan informsi kalangan muda bisa mengalihkan perhatian dengan membaca koran, majalah maupun buku-buku. Pekerjaan yang agak berat memang, namun jauh lebih produktif daripada menonton televisi yang tidak sehat dan cenderung merusak akal pikiran.
Sosialisai bahaya pergaulan bebas, dikalangan remaja pergaulan bebas sering dilakukan  bisa jadi karena meraka tidak tau akibat yang akan ditimbulkan. Seperti misalnya penyakit kelamin yang mematikan. Informasi-informasi mengenai bahaya yang ditimbulkan akibat pergaulan bebas ini perlu terus disebarkan dikalangan muda.
Menegakkan aturan hukum,  bagi para pelaku yang bangga melakukan hal tersebut, tak ada hal lain yang bisa menghentikan selain adanya perangkat hukum dan aturan hukum yang bisa menjeratnya. Setidaknya sbagai efek jera, yang demikian harus dirumuskan dan dilaksanakan melalui hukum yang berlaku di negara kita. Langkah ini sbagai benteng terakhir untuk menyelamatkan anak muda dari amoralitas karena perilaku pergaulan bebas yang lambat laun otomatis akan merusak bangsa ini.
            Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi pergaulan bebas khususnya di kalangan remaja. Betapa pentingnya pengawasan dan pelajaran tentang pergaulan bebas dan bagaimana cara menghindarinya yang saat ini semakin marak terjadi. Usaha-usaha untuk pencegahan sudah semestinya terus dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda Bojonegoro agar lebih bermoral, lebih bisa diandalkan serta bisa mengoptimalkan mereka untuk kebaikan Kabupaten Bojonegoro maupun negara ke depan.

            Bila remaja sudah terjerumus pada pergaulan bebas, keinginan untuk hidup sehat dan cantik alami pun akan tidak pernah kita rasakan. Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat.

by Akha

0 comments:

Post a Comment