Thursday, December 18, 2014

COBS Breifing Concept 2015



1. Perkenalan
  • Perkenalan diri meliputi lulusan sekolah, rumah, jurusan dan sedikit gambaran tentang jurusan yang dipilih

ex :
  • Assalamualaikum,, kami dari Universitas Trunojoyo Madura. Perkenalkan nama saya Nova Andriyanto, biasa dipanggil Andriy. Saya alumni SMKN 2 Bjn, dan sekarang kuliah di UTM mengambil jurusan ilmu komunikasi. Ilmu komunikasi itu bergerak di bidang jurnalistik.kerjaannya touring, foto-foto, nulis kayak gtu dst.

b. Dianjurkan untuk bertanya atau melakukan komunikasi sederhana dengan siswa di kelas
ex :
  • kelas ini jurusan apa...? (sambil memuji jurusan dari kelas tsb.)
  • kapan ujian nasionalnya akan berlangsung ? (sambil memberi kalimat pemakluman)
  • Bagaimana liburannya kemarin ?  dll


2. Pemberian Pemahaman
a. Pemberian pemahaman bahwa kita (panitia briefing) bukan mempromosikan,,namun hanya sekedar berbagi informasi seputar UTM dan pendaftaran mahasiswa baru.

3. Analisis situasi
a. Secara kondisi rill di kelas (ramai, bosan, lelah dll)
b. Secara pemikiran (dengan mengajukan pertanyaan)
ex :
  • Seberapa besar minat dari siswa untuk melanjutkan kuliah.
  • mungkin di kelas ini siapa yang ingin melanjutkan kuliah ? jika banyak maka di dukung, dan jika sedikit maka diberi pemahaman pentingnya sekolah lebih tinggi.

c, Bagaimana pikiran siswa tentang Madura
  • Apa yang temen-temen fikirkan tentang Madura ? tulis jawaban di papan tulis, dan beri penjelasan terkait jawaban-jawaban tersebut. Jika jawabannya merupakan hal-hal negatif maka samarkan pandangan tersebut dengan cara memaklumkan atau membandingkan dengan daerah lainnya. Pemberian pemahaman tentang stereotip (perspektif yang cenderung negatif)Madura di kalangan siswa ataupun masyarakat jawa. (Realita Madura)
  • Carok : bermula dari pertemuan para pendekar madura untuk beradu kesaktian, beralih menjadi upaya untuk mempertahankan harga diri. biasanya dipicu oleh dirampasnya harta atau dilecehkannya istri oleh orang lain. Carok memiliki tata cara yang diatur dalam adat. Seperti musyawarah keluarga, doa, dan kesepakatan terkait siapa yang kalah dalam carok itu sendiri. dan sekarang hal itu mulai tidak digunakan dalam penyelesaian masalah.
  • Preman, kriminal, jahat, dll


4. Breifing
a. Memberikan informasi seputar sistem pendaftaran mahasiswa baru, kampus, fasilitas, beasiswa, akses, lingkungan kampus dll.
b. Memberikan informasi seputar COBS terkait sejarah, kepengurusan, kegiatan, kekeluargaan dll

5. Motivasi
Jika Motivasi juga diperlukan, menyesuaikan kondisi kelas, jika kelas kondusif dan waktu yang memungkinkan, maka motivasi ringan merupakan pilihan tepat untuk sekedar memberikan kesan. Sampaikan motivasi yang dapat memotivasi diri sendiri, jika hal itu merupakan privasi yang bisa mendorong teman-teman siswa untuk melanjutkan sekolah maka tidak perlu malu untuk menceritakannya.

6. Ice Breaking
Pemecah kebekuan / ketegangan situasi bisa dilakukan dengan
a. Permainan ringan
ex :pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan dengan hadiah stiker
  • tebakan lucu
  • teka-teki logika

b. Melakukan candaan ringan atau stand up comedy.

7. Sharing Hearing
Sharing hearing disini adalah konsep saling berbagi pengalaman tentang pendaftaran ke universitas, baik suka-duka, hal yang berkesan, perjuangan dll.

8. Sesi Tanya Jawab
Tanya jawab seputar materi yang disampaikan.

Keterangan

  1. Konsep yang disusun merupakan pandangan awal terkait praktek breifing di dalam kelas, dan bersifat kondisional dalam menerapkan point-point yang telah disusun.
  2. Point-point yang telah disusun bebas diterapkan tanpa mengikat pada susunan, bisa tidak urut atau meloncat-loncat
  3. Dalam point ice breaking atau motivasi akan lebih baik jika bisa membawa maju satu siswa untuk dijadikan sample dalam motivasi atau ice breaking
  4. Paniti diperbolehkan untuk mengembangkan atau mengurangi point yang ada, namun dengan standart keterangan adalah keterangan terkait UTM, COBS, dan ICE BREAKING
  5. Brosur dibagikan ketika point 4 dilaksanankan. dll

Ketentuan
  1. Jumlah ideal panitia yang diperbolehkan masuk dalam satu kelas adalah 2 orang (satu team) dan keduanya saling berpartisipasi dalam breifing.
  2. Satu team terdiri dari mahasiswa semester 1 dan semester lalu (3, 5, 7, dst)
  3. Jika breifing dilakukan di aula, maka personel yang diperbolehkan untuk masuk menyesuaikan kondisi kelas.
  4. Dalam presentasi, panitia dilarang untuk menyebutkan nama universitas atau membanding-bandingkan UTM dengan universitas lainnya.

Trik Mengatasi Rasa Gugup
  1. Penguasaan materi : panitia yang akan memberikan breifing harus menguasai materi yang akan disampaikan agar tidak memunculkan kebingungan dan mati kutu di depan siswa.
  2. Penampilan : berpenampilan formal, sesuai dengan ketentuan, atau penampilan yang membuat percaya diri.
  3. Pola komunikasi : pola komunikasi yang berbentuk pengungkapan diri, atau rendah diri akan membantu menyegarkan otak dalam kebekuan akibat gugup.
  4. Percaya diri : percaya diri bisa didapat dari penampilan, kesiapan materi, dan latihan yang dirasa cukup.
  5. Optimis terhadap keberhasilan breifing ( bicara di depan kelas)
  6. Ketenangan : ketenangan sangat dipengaruhi oleh perspektif individu.
    Diantaranya :

    • perspektif kepada siswa, menganggap siswa adalah pihak yang belum tahu apa-apa sehingga tidak ada upaya untuk menolak atau menyarang pemateri.
    • Perspektif bahwa siswa adalah adik atau keluarga sendiri, sehingga kita harus membimbing dan memiliki tanggung jawab terhadap masa depan mereka. Dan memperlakukannya dengan baik, meski ada penolakan dan serangan dari siswa, pemmateri dapat memaklumi tanpa terbawa emosi.
    • Perspektif  berlandaskan ibadah, dengan perspektif ini pemateri akan mendapatkan ketenangan, keefektifan, dan keterampilan yang lebih dalam menyampaikan atau mengolah kalimat yang akan disampaikan. Menanggapi masalah dalam kelas dengan cerdik. Menangani pengacau tanpa mengacaukan.
    • Berdoa ssesuai dengan kepercayaan masing-masing.
Rumus 7 P = Prepare, prepare, prepare, prepare, prepare, prepare, prepare :D atau tanya mbah google

COBS Breifing Concept 2015



1. Perkenalan
  • Perkenalan diri meliputi lulusan sekolah, rumah, jurusan dan sedikit gambaran tentang jurusan yang dipilih

ex :
  • Assalamualaikum,, kami dari Universitas Trunojoyo Madura. Perkenalkan nama saya Nova Andriyanto, biasa dipanggil Andriy. Saya alumni SMKN 2 Bjn, dan sekarang kuliah di UTM mengambil jurusan ilmu komunikasi. Ilmu komunikasi itu bergerak di bidang jurnalistik.kerjaannya touring, foto-foto, nulis kayak gtu dst.

b. Dianjurkan untuk bertanya atau melakukan komunikasi sederhana dengan siswa di kelas
ex :
  • kelas ini jurusan apa...? (sambil memuji jurusan dari kelas tsb.)
  • kapan ujian nasionalnya akan berlangsung ? (sambil memberi kalimat pemakluman)
  • Bagaimana liburannya kemarin ?  dll


2. Pemberian Pemahaman
a. Pemberian pemahaman bahwa kita (panitia briefing) bukan mempromosikan,,namun hanya sekedar berbagi informasi seputar UTM dan pendaftaran mahasiswa baru.

3. Analisis situasi
a. Secara kondisi rill di kelas (ramai, bosan, lelah dll)
b. Secara pemikiran (dengan mengajukan pertanyaan)
ex :
  • Seberapa besar minat dari siswa untuk melanjutkan kuliah.
  • mungkin di kelas ini siapa yang ingin melanjutkan kuliah ? jika banyak maka di dukung, dan jika sedikit maka diberi pemahaman pentingnya sekolah lebih tinggi.

c, Bagaimana pikiran siswa tentang Madura
  • Apa yang temen-temen fikirkan tentang Madura ? tulis jawaban di papan tulis, dan beri penjelasan terkait jawaban-jawaban tersebut. Jika jawabannya merupakan hal-hal negatif maka samarkan pandangan tersebut dengan cara memaklumkan atau membandingkan dengan daerah lainnya. Pemberian pemahaman tentang stereotip (perspektif yang cenderung negatif)Madura di kalangan siswa ataupun masyarakat jawa. (Realita Madura)
  • Carok : bermula dari pertemuan para pendekar madura untuk beradu kesaktian, beralih menjadi upaya untuk mempertahankan harga diri. biasanya dipicu oleh dirampasnya harta atau dilecehkannya istri oleh orang lain. Carok memiliki tata cara yang diatur dalam adat. Seperti musyawarah keluarga, doa, dan kesepakatan terkait siapa yang kalah dalam carok itu sendiri. dan sekarang hal itu mulai tidak digunakan dalam penyelesaian masalah.
  • Preman, kriminal, jahat, dll


4. Breifing
a. Memberikan informasi seputar sistem pendaftaran mahasiswa baru, kampus, fasilitas, beasiswa, akses, lingkungan kampus dll.
b. Memberikan informasi seputar COBS terkait sejarah, kepengurusan, kegiatan, kekeluargaan dll

5. Motivasi
Jika Motivasi juga diperlukan, menyesuaikan kondisi kelas, jika kelas kondusif dan waktu yang memungkinkan, maka motivasi ringan merupakan pilihan tepat untuk sekedar memberikan kesan. Sampaikan motivasi yang dapat memotivasi diri sendiri, jika hal itu merupakan privasi yang bisa mendorong teman-teman siswa untuk melanjutkan sekolah maka tidak perlu malu untuk menceritakannya.

6. Ice Breaking
Pemecah kebekuan / ketegangan situasi bisa dilakukan dengan
a. Permainan ringan
ex :pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan dengan hadiah stiker
  • tebakan lucu
  • teka-teki logika

b. Melakukan candaan ringan atau stand up comedy.

7. Sharing Hearing
Sharing hearing disini adalah konsep saling berbagi pengalaman tentang pendaftaran ke universitas, baik suka-duka, hal yang berkesan, perjuangan dll.

8. Sesi Tanya Jawab
Tanya jawab seputar materi yang disampaikan.

Keterangan

  1. Konsep yang disusun merupakan pandangan awal terkait praktek breifing di dalam kelas, dan bersifat kondisional dalam menerapkan point-point yang telah disusun.
  2. Point-point yang telah disusun bebas diterapkan tanpa mengikat pada susunan, bisa tidak urut atau meloncat-loncat
  3. Dalam point ice breaking atau motivasi akan lebih baik jika bisa membawa maju satu siswa untuk dijadikan sample dalam motivasi atau ice breaking
  4. Paniti diperbolehkan untuk mengembangkan atau mengurangi point yang ada, namun dengan standart keterangan adalah keterangan terkait UTM, COBS, dan ICE BREAKING
  5. Brosur dibagikan ketika point 4 dilaksanankan. dll

Ketentuan
  1. Jumlah ideal panitia yang diperbolehkan masuk dalam satu kelas adalah 2 orang (satu team) dan keduanya saling berpartisipasi dalam breifing.
  2. Satu team terdiri dari mahasiswa semester 1 dan semester lalu (3, 5, 7, dst)
  3. Jika breifing dilakukan di aula, maka personel yang diperbolehkan untuk masuk menyesuaikan kondisi kelas.
  4. Dalam presentasi, panitia dilarang untuk menyebutkan nama universitas atau membanding-bandingkan UTM dengan universitas lainnya.

Trik Mengatasi Rasa Gugup
  1. Penguasaan materi : panitia yang akan memberikan breifing harus menguasai materi yang akan disampaikan agar tidak memunculkan kebingungan dan mati kutu di depan siswa.
  2. Penampilan : berpenampilan formal, sesuai dengan ketentuan, atau penampilan yang membuat percaya diri.
  3. Pola komunikasi : pola komunikasi yang berbentuk pengungkapan diri, atau rendah diri akan membantu menyegarkan otak dalam kebekuan akibat gugup.
  4. Percaya diri : percaya diri bisa didapat dari penampilan, kesiapan materi, dan latihan yang dirasa cukup.
  5. Optimis terhadap keberhasilan breifing ( bicara di depan kelas)
  6. Ketenangan : ketenangan sangat dipengaruhi oleh perspektif individu.
    Diantaranya :

    • perspektif kepada siswa, menganggap siswa adalah pihak yang belum tahu apa-apa sehingga tidak ada upaya untuk menolak atau menyarang pemateri.
    • Perspektif bahwa siswa adalah adik atau keluarga sendiri, sehingga kita harus membimbing dan memiliki tanggung jawab terhadap masa depan mereka. Dan memperlakukannya dengan baik, meski ada penolakan dan serangan dari siswa, pemmateri dapat memaklumi tanpa terbawa emosi.
    • Perspektif  berlandaskan ibadah, dengan perspektif ini pemateri akan mendapatkan ketenangan, keefektifan, dan keterampilan yang lebih dalam menyampaikan atau mengolah kalimat yang akan disampaikan. Menanggapi masalah dalam kelas dengan cerdik. Menangani pengacau tanpa mengacaukan.
    • Berdoa ssesuai dengan kepercayaan masing-masing.
Rumus 7 P = Prepare, prepare, prepare, prepare, prepare, prepare, prepare :D atau tanya mbah google

Wednesday, November 26, 2014

Pergeseran Wasiat Mpu Tan Tantular (Eksklusif)

   Mpu tantular merupakan salah satu pujangga sastra jawa ternama yang hidup pada abad ke-14 di masa Kerajaan Majapahit, dimana pada masa ini adalah pemerintahan Raja Rajasanegara atau Prabu Hayam Wuruk. Empu Tantular merupakan keturunan dari Empu Bahula bersama Ni Dyah Ratna Manggali,Sang Empu hidup dikalangan darah Filosofis Jawa,yang mana Beliau juga dikelan seorang ahli dalam Kakawin Sutasoma dimana didalamnya tercantum "Bhineka Tunggal Ika" yang merupakan Semboyan Republik Indonesia.
    Penulis sengaja memaparkan terlebih dahulu mengenai Biografi Sang Empu Tantular, yang mana cerita selanjutnya akan mengajak pembaca untuk ikut serta memberikan jiwanya dan transformsi bersama jiwa sang empu, penulis mencoba menggali nilai-nilai yang pernah disampaikan oleh sang Empu. dan oleh Penulis hanya bisa menyampaikan, ini buka sembarangan artikel yang pembaca lain mampu membaca dan memahami artikel ini, bahkan ketika pembaca sudah membaca artikel ini hingga selesai ia akan merasakan bahwa jiwa sang empu sudah bersama dia. jika pembaca sudah tidak sanggup untuk membaca artikel ini, lebih baik pembaca untuk menutup laman ini. namun ketika memang pembaca berambisius untuk membaca artikel ini hingga selesai penulis tidak bertanggung jawab jika ada resiko pada pembaca, jadi ketika pembaca sudah tidak mampu membaca artikel ini lebih baik tutup laman ini.

*) Semboyan Bangsa
    BHINEKA TUNGGAL IKA merupakan semboyan bagi bangsa Indonesia, sebuah konsep multicultular yang mampu mengangkat dan menunjukan keaneragaman bangsa. merupakan sebuah warisan bagi bangsa yang memiliki beragam etnis,suku dan agama. Penulis mencoba menyampaikan sedikit- demi sedikit jiwa sang empu dalam bait-bait kata dalam artikel ini, setiap pembaca membaca artikel ini sang empu melalui bait-bait kata yang telah diresapi oleh pembaca akan masuk kedalam jiwa pembaca.
      Kata "Bhineka Tunggal Ika" merupakan sebuah karya sastra agama yang diambil dari Kitab Sotasoma karya Empu Tantular, yang telah dikutip para Founder Father Negara Republik ini. dengan naskah asli "Rwaneka dhatu winuwus Budha Wiswa, Bhinneki rakwa sing apan kena parwanosen,Mangka ning Jiwatwa kalawan Siwatatwa tunggal,Bhinneki tunggal ika tan hana dharwa mangrwa" kono agama Budha, Hindu dan Siwa merupakan ajaran yang berbeda, namun nilai - nilai mengajarkan kebenaran Jina (Budha), Hindu dan Siwa adalah Tunggal. Terpecah belah tapi tetap satu jua. dasar filosofi yang merupakan wasiat dari sang empu melekat pada jiwa bangsa Indonesia, dengan berbagai corak budaya,etnis dan agamanya namun merupakan kesatuan dalam suatu negara republik indonesia. Penulis sengaja menyamapaikan secara perlahan bagaimana sesunggungnya ini semboyan yang digagas ulang oleh founder father guna mempersatukan pluralisme yang ada di bangsa ini, dengan mengesampingkan sikap idealis serta diskriminasi dari berbagai faham. bahkan founder father mengambil serpiahan jiwa sang empu kedalam baitpbait semboyan bangsa indonesia, dengan harapan jiwa sang empu mampu turun atau menyusup dalam setiap generasi ke generasi. sudah terlihat jelas disini bahwa jiwa sang empu sudah menyusup dalam founder father bangsa indonesia, bertranformasi untuk mempersatukan bangsa indonesia. Namun menurut analisis penulis Penulisan, penulisan Kakawin Sotasoma dalam hal ini merupakan pesanan dari Prabu Hayam Wuruk yang merupakan Raja Majapahit pada saat itu dengan Patihnya bernama Gajah Mada, tak lepas dari politis untuk menguasai Nusantara yang mana dengan dengan mempersatukan berbagai etnis pada saat itu ( berfaham Siwa dan Budha) dengan memerintahkan Patih Gajah Mada, hingga Majapahit merupakan mampu berkuasa hingga 15 Abad lamanya. Jika dipandang sari sisi positif, banyak hal positif yang mampu dipetik dari kata Filsafat Jawa yang diciptakan oleh sang empu. Namun seiring berjalanan waktu wasiat sang empu melaui mengmudar ketika unsur politis mulai masuk mewarnai filsafat jawa tersebut. Dengan di diplomasikan kemerdekaan indonesia founder fahter seolah mulai memudarkan atau melepaskan jiwa sang empu dari dalam dirinya, bahkan ketika pak Suk*** dan Bung Ha** berhasil menjadi soerang pemimpin bangsa dengan di angkat oleh warganya, banyak pertentangan yang antara mereka berdua. Memang dalam sekolah-sekolah tidak pernah diajarkan bagaimana pertentangan tersebut, dan hanya menjelaskan bahwa kedua sosok pengubah negara yang solid dan kompak dengan membrantas para penjajah. Memang nilai-nilai sejarah yan penting ini sengaja dihapuskan olehnya, bahkan termakan oleh omonganya sendiri " seorang yang mampu mengenang negaranya, dia harus mengetahui sejarah negara tersebut" bahkan dia sendiri mencoba menghapus nilai-nilai sejarah tersebut. cukup sampai disini, tentang kelut kesah pemimpin kita, Penulis sengaja menyampaikan ini agar pembaca sadar berharganya suatu sejarah, dan penulis mencoba menggali lagi jiwa-jiwa empu tan tular yang lama telah hilang dalam diri bangsa indonesia.

*) Peringantan Pertama
Tsunami di aceh yang menewaskan berbagai kalangan dan menorak-porandakan aceh, hal tersebut merupakan peringatan pertama untuk bangsa indonesia. mengapa harus aceh ? mungkin suatu pertanyaan untuk pembaca lantas apa hubungannya dengan falsafah negara kita yang merupakan warisan dari Mpu Tantular. Ya, Penulis mencoba menyampaikan serpihan dimana dengah terjadi gerakan yang tidak elok di daerah istimewa aceh, yang mana akan lebih merusak aceh atau memecahkan aceh, dengan ini munculah peringatan pertama.

*) Peringatan Kedua
Yogyakarta terkenal akan kearifan lokalnya dengan kesultanannya, dengan adat jaw
anya. Lantas mengapa daerah Yogyakarta mendapatkan peringatan bahkan keadaan daerah tersebut baik-baik saja dan peringatan yang seperti apa? mungkin sempat terfikir dibenak pembaca mengapa Yogyakarta harus masuk dalam nominasi peringatan, Yogyakarta dengan Gempanya dengan kekutan yang dasyat yang merusak bengunan bersejarah yang merupakan keajaiban dunia. hal ini wajar karena dalam hal ini merupakan peringatan bagi daerah tersebut. Penulis sengaja tidak menyampaikan hal ini, agar pembaca mencoba menggali nilai-nilai atau maksud apa yang hendak disampaikan oleh Penulis.

dan peringatan lainnya terkait Perseran Wasiat Mpu Tantular, Pergeseran tersebut akan semakin nampak dalam bangsa ini. ketika politis didahulukan, Wasiat Mpu Tantular bukan semabarang wasiat, merupakan hal yang mendasar dengan berbagai filosofisnya. ketika suatu Kearifan lokal, Budaya, Etnis dan Agama mampu disatukan seharusnya mampu menjauhkan dari unsur politis, karena nilai-nilai tersebut sangat mendasar. ketika hal tersebut sudar dikotori oleh unsur politis dari setiap individu atau kelompok berarti sudah saatnya timbul berbagai kesenjangan dan masalah yang akan meporakporandakan indonesia. dalam hal ini penulis hanya mencoba menyampaikan dan mencoba membangkitkan jiwa sang empu kedalam bangsa ini. dengan maksud mampu membuat negara ini lebih baek.(identity:SU)

Friday, September 5, 2014

“Telenovela” Penyambutan Mahasiswa Baru 2014

               Hasil dari pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2014/2015 berupa puluhan mahasiswa baru dari Bojonegoro. Dari hasil pendataan sementara terdapat kurang lebih 60 mahasiswa dari Bojonegoro yang kuliah di UTM. Ya, tentunya dari COBS merupakan agenda rutin untuk mengadakan penyambutan mahasiswa baru. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan COBS baik dari historis, kepengurusan, kegiatan, grup fb, web dll yang berhubungan dengan COBS. Dari kegiatan ini diharapkan banyak mahasiswa baru dari Bojonegoro yang ikut berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya.
 
          Acara dikonsep cukup sederhana, namun diusahakan seefektif dan seefisien mungkin. Hehe kog bahasanya jadi formal dan sok-sok_an bahasa intelektual. Ya gak pa-pa, lhawong terduga mahasiswa juga kan..... ? :D. Dalam sambutannya, mas (panggilan untuk yang dituakan) Fajar selaku ketua umum menyampaikan untuk mahasiswa baru “yang penting tetep fokus kuliah, jangan kecewain orang tua, dan jaga nama baik Bojonegoro di Madura intinya itu” tutur kepala suku yang sekarang menempuh kuliah semester VII di jurusan informatika itu.

          Hmm acara berlangsung dengan lancar kog. Tapi ya gitu.....gitu gimana? Ya pokoke gitu....hehe. sepertinya fenomena kyak gini dah biasa terjadi. Hampir selalu ada yang diem-diem mesra-mesraan...........................

hehehe mungkin orang yang bersangkutan bakal bilang “hal itu gak seperti yang kalian pikirkan!!!” atau “itu fitnah!!!” atau “kami gak ada apa-apa!!!” dan atau-atau yang lain yang mungkin masih akan bermunculan. Hehehehe Maaf bukannya bermaksud gmana-gmana tapi kita sudah gede-gede mbok ya jangan dibohongi terus.......hehehe. kita juga sudah gede-gede dan tau, kalau yang bersangkutan bakal sungkan-sungkan bin malu-malu kalau mau meng-iya-kan kebenaran dari foto itu, Hehehehe dan yang terakhir adalah kita juga udah gede-gede untuk bisa memaklumi sangkalan dari pihak yang bersangkutan. Kita bisa mengerti kog...... ^_^

Sudah-sudah, jangan mikir yang nggak-nggak. Karena yang nggak-nggak juga nggak mikirin kita, kalau mikirin kita ya kasihan yang iya-iya dipikirin siapa ? sama halnya jangan minum alkohol/minuman keras, bukan karena memabukkan tapi karena alkohol itu minuman setan. Kalau kita meminumnya, setan minum apa ? :D dari hal tersebut tersirat pesan haruslah ada sikap saling menghargai antar mahluk Tuhan. hehehe

Hmm ya pastilah mungkin akan ada pro dan kontra. Hmm maaf untuk fotonya yang dimuat, hanya sekedar candaan kog. ^_^

Salam Tri Dharma COBS !!!!       Persaudaraan, Kebersamaan, Netral . . .!!!!


Andriy

Wednesday, May 7, 2014

Eksekusi “Save Our Eart”

            COBS, kali ini mengadakan bakti sosial yang mengarah pada pelestarian alam. Kegiatan yang akan dilaksanakan akhir bulan Mei ini terpaksa harus diajukan karena konsep penanaman pohon mendapat halangan cuaca. Pasalnya intensitas hujan kecil akan merusak bibit pohon yang ditanam. Sehingga pihak KBPH Ngrao sebagai partner kerja menginginkan kegiatan penanaman pohon segera dilaksanakan dalam pekan pertama bulan Mei.
            Kegiatan yang akan dilaksanakan hari di desa Ngidung kecamatan Ngrao ini sebenarnya mendapat penolakan dari KBPH kabupaten, karena mulai masuk musim kemarau, dan dikhawatirkan bibit akan banyak yang mati. Namun karena kepedulian niat baik dari rekan-rekan COBS, pihak perhutani daerah Padangan ikut mengupayakan kegiatan tetap berlangsung.
            Kekhawatiran akan bibit yang kekurangan air bisa diatasi dengan memasang infus. Infus dari botol air mineral, diisi dengan air dan pada tutupnya diberikan lubang kecil serta diletakkan terbalik. Infus ini berfungsi sebagai cadangan air bagi bibit yang telah ditanam. Sehingga meskipun telah masuk musim kemarau bibit tidak khawatir kekurangan air.
            Untuk mengapresiasi niat baik dari rekan-rekan COBS KBPH menyiapkan 500 bibit pohon jati, yang dalam penanamannya nanti juga akan dibantu Perhutani. Kesiapan pelaksanaan sementara telah mencapai ±50%, yang terdiri dari pemindahan bibit, pembuatan lubang, serta pembuatan aciran (tongkat untuk penyangga bibit)  Hal itu tidak lepas dari jirih payah Sukerman selaku ketua pelaksana dan rekan-rekan lainnya yang telah berusaha agar kegiatan tetap dapat berlangsung.
            Eksekusi kegiatan akan dilaksanakan hari Sabtu tanggal 10 Mei, dan diharapkan kekompakan dari rekan-rekan COBS agar kegiatan berjalan lancar serta membawa manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.


Andriy

Wednesday, April 30, 2014

Sukses Caleg Stres

Semangat  wajah-wajah para caleg untuk menjadi bagian dari wakil rakyat Nampak jelas dari visi misi yang telah dipaparkan. Berbagai cara dilakukan hanya untuk memenangkan diri menduduki kursi –kursi negara, salah satunya dengan menggunakan kampanye, memasang berbagi bentuk banner, baleho serta hal-hal lainnya yang dapat menunjang terpilihnya para caleg sebagai anggota perwakilan rakyat.

Bagaimana tidak bersemangat, jika ketenaran, harkat, derajat, dan martabat dapat diraih setalah sukses menjabat sebagai seorang anggota wakil rakyat. Manusia macam mana yang tidak tertarik jika harus diiming-iming dengan kesenangan yang dapat dirasakan secara lahiriah maupun batiniah. Namun disamping itu apa jadinya jika segala macam usaha telah dilakukan, berbagai bentuk materi telah dikeluarkan, tetapi tetap menutup kemungkinan untuk tidak memperoleh kedudukan di kursi pemerintahan.

Terbukti telah membanjari tanah air, seorang yang gagal terpilih menjadi wakil rakyat hidupnya menjadi semakin menyedihkan, dampak tersebut tidak hanya terjadi pada individu caleg tetapi juga pada keluarga dan sanak saudara, banyaknya pengeluaran berupa hal materi untuk mendukung kampanye para caleg tak sedikit yang dikorbankan, tak heran kebanyakan caleg yang gagal menduduki kursi kepemimpinan wakil rakyak menjadi stress, gila, hingga masuk rumah sakit jiwa sebab kekalahan yang tidak diinginkan serta telah banyaknya hasil materi yang telah di keluarkan untuk membiayai semasa kampanye berlangsung. Jika harus di gali tak semua biaya materi yang di keluarkan para caleg sebagai modal berkampanye adalah hasil dari kerja keras dan bahkan materi yang tersisa, melainkan banyak dari mereka telah mengorbankan motor, mobil, rumah, tanah, bahkan segala bentuk investasi yang mereka punya agar dapat ditukar dengan uang untuk membiayai kegilaannya dalam berkampanye.

Dalam hal materi, telah banyak yang dikeluarkan, berbagai usaha dan komplotan telah sukses dikerahkan dengan sodoran lembaran kertas kecil yang bernama uang. Para anggota calon legislative ini telah mengeluarkan banyak uang untuk kampanye kepada tim sukses, namun apa hendak dikata saat kalah menjadi anggota legislative tim sukses menjadi sukses sementara yang disukseskan berubah menjadi stress. Tidak sedikit Para caleg yang mengalami gangguan jiwa saat mengetahui bahwa dirinya tidak lolos menjadi anggota legislatif. Akibatnya  mereka mengalami tekanan mental yang kuat dalam dirinya, menanggung rasa malu karena tidak lolos menduduki kursi ketatanegaraan, serta harapan tinggi yang tidak tercapai. Akhirnya yang bisa mereka lakukan hanyalah terdiam merenungi usaha yang telah dikerahkan, hingga mengalami perubahan kejiwaan dan cenderung kosong pikirannya.


                              Irma

Monday, April 28, 2014

Mahluk Pengikis Moral Bangsa

Pendidikan Indonesia, selalu terjadi evaluasi dalam penerapan sistem di lapangan. Para siswa seolah menjadi bahan percobaan menteri pendidikan untuk memastikan sistem mana yang lebih efektif dan efisien sebagai bukti keberhasilan kinerja mereka. 

Pendidikan Indonesia, indentik dengan mahluk bernama Ujian Nasional (Unas). Mahluk yang seolah menjaga pintu gerbang untuk lolos dalam seleksi penerimaan selembar kertas bernama ijazah. Mahluk yang tanpa rupa, tanpa warna, tanpa bau namun memiliki kekuatan menekan dan menghasilkan kekhawatiran yang luar biasa. Dia pun sanggup menanamkan rasa pentingnya selembar ijazah, seolah menggiring sekeruman siswa untuk masuk ke jebakan yang telah dia jaga sendiri. Kekhawatiran akan ketidaklulusan dan tidak mendapat selembar ijazah. Kekhawatiran akan rasa malu sebesar langit yang akan terpasang di muka sebagai sanksi ketidaklulusan saan ujian. Sehingga dia berhasil Sebenarnya siapa UNAS itu ?, yang dengan mudah menjadi momok seluruh pelajar tiap tahunnya ? ada apa dengan ujian ?

UNAS selalu menjadi topik yang rutin diperbincangkan tiap tahunnya, baik di media cetak maupun elektronik dengan segala problem saat pelaksanaanya.

Kesuksesan UNAS menanamkan kekhawatiran berhasil membuat guru-guru memaksimalkan persiapan menghadapi ujian. Bimbingan belajar yang rutin dilakukan sejak 6 bulan sebelum ujian seolah pupuk bagi virus kekhawatiran akan menghadapi UNAS semakin tumbuh subur. Ditambah lagi dengan terus ditingkatkannya nilai standart kelulusan, serta keberagaman soal menjadi pelengkap tumbuh suburnya kekhawatiran itu. Belum lagi jika persiapan-persiapan itu dilengkapi dengan renungan atau istighozah yang membuahkan air mata, seolah menjadi penyedap akan pertumbuhan kekhawatiran. Inikah prestasi menteri pendidikan dengan menciptakan mahluk bernama UNAS ?

Ujian nasional hanya salah satu proses yang harus dilalui saat sekolah, tentunya jika mahluk itu masih dipergunakan. Mahluk ini memiliki pengelihatan yang juling dan rabun, betapa tidak, dia memberikan kelonggaran untuk siswa membodohinya dengan kecurangan-kecurangan yang nampak fulgar. Tapi apakah mahluk ini bodoh ?, ataukah dia menghendaki hal demikian dengan berpura-pura tidak mengetahui kecuranan itu. Ataukah dia sengaja menjadi mahluk yang mudah dibodohi agar tetap dipergunakan tiap tahunnya ?

Realitanya ujian hanya menguji siswa pada satu bidang, yaitu bidang kecerdasan akademik. Padahal siswa memiliki kecedasan yang beragam dan minat yang beragam pula. Sistem pendidikan Indonesia pun seperti lembaga pendoktrin penerus bangsa. Tanpa adanya pendidiikan mental ujian hanya akan mendesak siswa untuk memilih curang dan lulus daripada tetap memperjuangkan kejujuran itu sendiri. Pendidikan yang juga bertujuan untuk mencetak moral terpuji ini pun dipertanyakan fungsinya.

Mencotek bukanlah hal yang disalahkan karena sistem ujian kurang ketat, namun lebih kepada sistem pendidikan yang kurang menerapkan nilai-nilai luhur berupa kejujuran maupun perjuangan. Siswa cenderung kurang berminat untuk berproses, dan cenderung memilih yang instan. Hal itu berakibat pada pencarian jalan pintas saat ujian. Saling menoleh untuk mencuri jawaban, mencuri jawaban teman, menyalin catatan untuk digunakan bahan contekan, bahkan memmbawa smartphone untuk kirim sms atau browsing. Bukankan itu salah satu keberhasilan mahluk bernama UNAS untuk menakut-nakuti siswa ?

            Dan lebih hebatnya hasil produk dari rasa khawtir itu seperti virus kanker yang sulit diobati. Di masih berakar dan akan kambuh saat mengalami kondisi dan tekanan yang sama, misalkan saat UTS atau semester di ranah pendidikan perguruan tinggi. Penyakit ini masih banyak diderita oleh mahasiswa juga, kerennya penyakit ini tidak menimbulkan rasa sakit. Serta dibiarkan tumbuh subur di benak siswa maupun mahasiswa. Lebih parahnya penyakit ini tidak ada obatnya di apotik maupun rumah sakit.

            Angan-angan jika mahluk bernama UNAS dipecat oleh menteri pendidikan. Angan-angan jika menteri pendidikan menciptakan mahluk yang lebih berkualitas, sehingga dapat menumbuhkan mental siswa yang luhur dan tangguh. Angan-angan agar tenaga pengajar juga menjadi pasukan barisan depan dalam pemberi bekal siswa.

            Pendidikan karakterkah yang perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan saat ini ?, dan pendidikan karakter saat ini menjadi lahan pendapatan bagi lembaga-lembaga tertentu. Lembaga yang mengatas namakan pendidikan ESQ (Emotional Spiritual Quotion) diakui berpengaruh dalam dinamika emosi, namun banyak ditemui hanya brsifat sementara. Karena mental dan karakter memerlukan pengawalan dan pelatihan secara continue dalam pembentukan ke arah yang lebih baik. Dengan adanya prioritas kurikulum pendidikan kepada aspek moral, akan membuat hal itu menjadi harapan atas terciptanya pemerintah yang bersih dan mementingkan kesejateraan rakyat.

            Bukan hal yang aneh jika dibiarkan terus-menerus tanpa adanya evaluasi yang memprioritaskan pada aspek moral/karakter UNAS hanya akan mencetak kader-kader pemimpin bangsa yang pintar, termasuk pintar menggelapkan uang rakyat.


Andriy

Thursday, January 30, 2014

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UTM TA. 2014/2015

        Sehubungan dengan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Tahun Akademik 2014/2015, Universitas Trunojoyo Madura memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi di SMA/SMK/MA/MAK untuk mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri. Penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2014/2015 terbagi dalam 2 (dua) jalur : Seleksi Nasional dan Seleksi Mandiri. Seleksi penerimaan mahasiswa baru secara nasional maupun mandiri dilakukan untuk mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas secara akademik dengan menggunakan raport dan/atau hasil tes tulis. Sedangkan petunjuk, persyaratan dan lain - lain yang berkaitan dengan teknis penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2014/2015 akan ditentukan lebih lanjut oleh Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru baik secara nasional maupun secara mandiri.
Informasi lebih lanjut dapat di unduh disini

Jadwal Pelaksanaan SNMPTN :
Pengisian PDSS 6 Januari – 6 Maret 2014
dan selanjutnya diisikan secara berkala tiap akhir semester
Pendaftaran 17 Februari – 31 Maret 2014
Proses Seleksi 1 April – 26 Mei 2014
Pengumuman Hasil Seleksi 27 Mei 2014
Pendaftaran Ulang di PTN
masing-masing bagi yang lulus seleksi
17 Juni 2014
bersamaan dengan pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN 2014
  

sumber : trunojoyo.ac.id
               snmptn.ac.id


















Monday, January 20, 2014

Briefing 2014

Libur tlah tiba,waktunya kembali ke Bojonegoro.Bye Madura..
Setelah hampir satu semester lamanya berkutat dengan segala aktivitas di Pulau Garam,akhirnya waktu yang ditunggupun tiba.Libur,libur bukan berarti berhentinya aktivitas kita sebagai mahasiswa juga ikut libur. Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, liburan kali ini teman-teman Community Of Bojonegoro Student memiliki tugas sekaligus rutinitas yang sudah menunggu yaitu "Briefing". Briefing adalah suatu kegiatan memberikan informasi / pengarahan seputar kampus (Universitaas Trunojoyo Madura) kepada adik-adik SMA/sederajat.
Tujuan dari briefing :  -Memberikan informasi seputar kampus,beasiswa dan umum.
                                -Melatih keberanian berbicara dimuka umum (In)
                                -Memotivasi adik-adik SMA agar bersemangat untuk melanjutkan ke jenjang
                                  Universitas
Briefing sendiri dimulai dari tanggal 6 Januari dan berakhir 31 Januari 2014
Daftar Sekolah /20 Januari 2014 yang sudah dibriefing :
  • SMAN 1 Sumberejo
  • SMA Muhamadiyah Sumberejo
  • SMAN 1 Balen
  • SMAN 1 Kedungadem
  • SMAN 1 Parengan
  • MAN 1 Bojonogoro
  • MAN 2 Bojonegoro
  • SMAN 4 Bojonegoro
  • SMKN 2 Bojonegoro
  • SMAN 1 Ngraho
  • SMAN 1 Padangan
  • SMAN 1 Kasiman
  • SMKN 1 Ngraho
  • MAN Ngraho
Jauh ,panas, hujan, becek, jalan jelek tidak menjadi hambatan bagi temen-temen COBS untuk sekedar berbagi informasi dan motivasi adek-adek kita ke berbagai pelosok daerah di Bojonegoro. karena briefing ini sebuah tindakan yang mulia, kami tidak berharap rupiah bahkan kami mengeluarkan banyak uang.
Kebersamaan, Persaudaraan, Netral

Briefing SMAN 1 Kedungadem

Briefing MAN 1 Bojonegoro

Briefing SMAN 1 Parengan