Monday, March 30, 2015

Mengasah kemandirian (Kewirausahaan COBS)



Ada lagi nih, kegiatan COBS babarapa hari lalu, tepatnya tanggal 28 Maret 2015. Hmm ini kegiatan kewirausahaan. Kegiatan ini bisa dikatakan kegiatan rutin satu kali dalam satu semester, karena dengan memanfaatkan moment wisuda di gedung Cakra lur.

Hmm diharapkan dari kewirausahaan ini minimal dapat memberikan pengalaman berwirausaha, bagaimana manajemennya, strateginya, analisis kesempatan, pasar, cuaca dan juga sikap fighternya juga bakal diasah. :D trus bagaimana dengan yang lain? Laba? Iya itu urusan belakang. Prioritasnya adalah tentang pengalaman dulu, soal laba hanya resiko. Alhamdulillah laba yang didapat hampir selalu 200% lur...:D itu 10% di sumbangkan ke masjid, dan sisanya dipakek makan-makan. Dan kalo masih sisa lagi dipakek kas. :D prok.prok,prok.....(tepuk tangan)

Trus ceritanya preparenya begimana? Nah untuk preparenya itu kita dah persiapan sejak hari selasa tanggal 24 Maret. Pasalnya kan ada kajian kewirausahaan juga nih, nah disitu sekalian dipakek ngerumusin apa-apa ja yang mau dijual, dan dipersiapkan. Certia sedikit tentang kajian kewirausahaan ya... kajian kewirausahaan itu dah dibentuk kurang lebih satu bulan yang lalu, per awal april sudah pertemuan yang ke 3. Koordinatornya itu mbak Dian dari fakultas hukum. Kajian itu ngapain aja? Kajiannya itu membahas pembuatan proposal PKM ataupun PMW. Selepas itu kita tetap mengadakan kajian. Bukan sekedar bahas proposal tapi juga keilmuan dalam kewirausahaan dan yang lebih kerennya lagi goal dari kegiatan ini adalah dapat membuat dulur-dulur COBS memiliki jiwa kewirausahaan dan memiliki usaha sendiri. PPP (prok, prok, prok :D)






Lho-lho kog ngelantur bahas kajian? Hmm iya-iya gini untuk kewirausahaannya itu kita sepakati untuk jualan es teh sama rujak. Karena dari berbagai pertimbangan dua mahluk itu yang berpotensi memiliki prosentase jual lebih besar, atas dasar cuaca madura yang cukup panas. Hmm sebenernya juga mau jualan souvenir khas madura gitu, tapi ternyata proses lobi-lobinya gagal karena terkendala waktu (alasan :D)

Ternyata dari dulur-dulur COBS ada juga yang jualan selain tim es teh dan rujak lho... seperti kelompoknya Gustomi dari fakultras hukum, dia jualan semacam es kopyor, trus ada juga Nila dkk dari fakultas ekonomi yang juga semacam es buah ato agar-agar gitu.
Trus ceritanya di lapangan ya.pa? alhamdulillah buat tim es teh dan rujak lancar, meskipun ada beberapa hal yang kurang sesuai perkiraan. Seperti molor satu jam dari yang disepakati, trus kiriman es tehnya telat dan cuaca yang mendung. Mengingat produk kita itu es teh, jadine kita juga bingung kalo nantinya bakal hujan dan es kita tanpa terjamah pembeli. namun ternyata bukan demikian, meski mendung tapi cuaca masih mendukung karena beberapa kali masih terasa panasnya Madura.:D dan produk kita Sold Out. TPM (Tepuk Tangan yang Meriah.....:D)hahaa



Jadi begini, kita jualan di acara wisuda itu dengan strategi jemput bola, dimana kita langsung kemas tuh berbagai produk (rujak dan es teh) dan dijajakan ke banyak pengunjung, pengantar, atau sanak keluarga yang banyak menunggu di sekitaran gedung Cakra. Awal mula hanya terjual beberapa buah saja. Dulur-dulur yang jualan sempat merasa pesimis dengan kondisi itu, namun dengan tidak mudah putus asa dan terus mencoba akhirnya dagangan habis terjual. Kenapa demikian? Karena ada masanya dimana para pengunjung, pengantar, dan keluarga wisudawan itu sudah kehabisan bekal makanannya, trus juga rasa letih dan lapar menghinggapi mereka. Dan kita yang menjual es teh seolah-olah jadi pahlawan yang dapat membebaskan mereka dari rasa letih, haus dan lapar itu......hening :D

Setelah terjual habis, kita pergi makan bareng ke rumah makan (warung) hehe. Ya sambil melepas lelah dan juga saling bercerita tentang pengalaman masing-masing saat berjualan keliling gedung cakra gitu. Dan sesi foto-foto selalu menjadi hal yang hampir ndak pernah absen. Hehe


Semoga untuk kesempatan wisuda berikutnya jadi lebih maju dan lebih banyak yang berkarya dalam kewirausahaan.


Kebersamaan, Persaudaraan, Netral

Kompetisi Rasa Saudara (Futsal COBS)



Haluuuuuu dulur-dulur COBS, hari Kamis iku jadwal kegiatan agak numpuk di COBS. Apa ja? ada kajian buku pukul 19.00 dan futsal rutin pukul 21.00. Wah-wah ini yang mau lapuran juga agak bingung. Tapi kegiatan rutinan masak mau dilaporkan terus? Ya mungkin hanya kalo ada moment-moment tertentu ja. Kayak yang satu ini, Kamis tanggal 26 Maret 2015 tim futsal COBS vs tim futsal Cak Suro. Itu-tu organdanya Surabaya. Nah futsal ini berlangsung di Gor futsal perumnas Kamal, yang tempatnya deket dengan pelabuhan itu lur...tau kan? Hmm wes anggap ja tau :D (mekso)

Mygame is Fairplay.....(tulisannya bener ndak? Hahaha malu-maluin) iya itu yang kemaren sangat kerasa saat permainan futsal berlangsung. Bahkan bukan hanya fairplay lagi, tapi lebih dari itu. Apa ya....? lebih tepatnya kekeluargaan. Lha pie jal masak kalo ada pelanggaran dari timnya sendiri itu juga dibenarkan adanya tendangan bebas, padahal ndak ada wasit. Mungkin bingung baca keteranganku ya...(aku juga bingung nulisnya:D) wes langsung aja ke contohnya. Ketika itu ada pemain depan dari Cak Suro yang nyleding pemain belakang COBS, meski pemain COBS bisa menghindar dan ndak kena sama sekali, tapi pemain lain dari Cak Suro menganggap itu merupakan pelanggaran, dan tim COBS diberi kesempatan tendangan bebas. Katanya sledingan saat itu berbahaya bagi pemain COBS. So sweet kan :D. Hmm bukan hanya itu aja, ada beberapa kejadian yang ndak jauh beda dan kedua tim nampak saling bermain dengan memperhatikan kekeluargaan, skill, dan keselamatan masing-masing.

Trus skornya gimana? Nah itu juga yang unik, skor bukan lagi menjadi perhitungan saat itu. Berulang kali gol terjadi di kedua gawang, baik COBS maupun Cak Suro. Namun hal itu berlalu tanpa dihiraukan. Menurut dulur-dulur yang penting main futsal aja. Untuk mengasah skill dalam bermain.

Sebenarnya futsal melawan organda lain adalah hal yang biasa dalam rutinan futsal COBS, namun saat itu momentnya lagi bagus-bagus ja. Kog bisa gitu...? ya karena dengan Cak Suro hubungan persahabatan nampak lebih erat dengan organda yang lain gitu. Dari futsal melawan Cak Suro bisa mempererat tali silahturahmi dan meningkatkan minat futsal dulur-dulur COBS “(Cak Suro) sebagai teman latihan futsal, dan menjalin silahturahmi, Harapannya yang ikut semakin banyak, latihan futsal lebih sering dan intens” tutur mas Fajar selaku salah satu stakeholder COBS
Ade selaku ketua umum Cak Suro juga berpendapat tentang futsal COBS vs Cak Suro malam itu “Enak (permainannya berjalan asik), mungkin kurang pemain. Untuk menambah shearing. Kalo bisa sering-sering saling balajar. Tidak mengacu pada hasil, tapi menambah skill” tuturnya.
Kebersamaan, Persaudaraan, Netral


Mencoba Membuka Jendela Dunia (kajian Buku COBS)


Assalamualaikum dulur-dulur, salam sejahtera bagi kita semua, om swastyastu, kebanyakan salam ya? Hehe pengennya sok-sok_an pluralisme gitu. Iya, paham keberagaman dalam agama (yang baru tau dari MKU PKN :D) Hmm apalah namanya, niatnya sama kok mendoakan kebaikan bersama. Gini lur ini sekedar mau cari perhatian dulur-dulur sekalian dengan laporan (curhat) tentang kajian buku (krisis perhatian berarti?) hehe

Gini-gini acara kajian buku ini merupakan kegiatan mingguan, tiap hari kamis pukul 19.30 dan dalam pelaksanaannya juga di tempat yang sering kali berpindah-pindah. Namun keterangan seputar waktu, tempat, dan juga bahan diskusi juga dipublikasikan, sehingga dapat meminimalisir misskomunikasi lur. Seperti pertemuan perrtama di pos kampling Telang gang IV, trus pertemuan ke dua dan ketiga di taman kampus. :D

Aturan mainnya gini, jadi dulur-dulur udah sepakat mau bahas buku apa, trus semua juga harus baca buku yang udah disepakati, dan dulur-dulur juga diperbolehkan untuk baca buku yang berbeda namun sejenis sabagai penambah refrensi. Keren kan...? :D
Saat ini memasuki minggu keempat, dalam pertemuan pertama kesepakatan membahas buku yang ditawarkan. Dengan berbagai ketentuan dalam kajian baik berupa paksaan untuk mau membaca. hingga trik-trik agar suka membaca buku


Pertemuan kedua membahas tentang buku Dunia Sophie. Novel filsafat karya Jostein Gaarder dari daratan Norwegia ini dipilih karena keunikan berpikir tokoh dalam cerita.  Kajian juga barsama babarapa rekan dari prodi ilmu komunikasi sebagai penambah refrensi dalam kajian. Mendiskusikan sisi psikologi dari manusia, ruang lingkup filsafat, alam bawah sadar dan buanyak lagi yang lain. Ya mungkin nulis laporannya kelamaan sampek lupa tema bahasannya lur. hehe

Pertemuan ketiga masih mendiskusikan tentang buku yang sama, namun dengan dengan persepsi yang berbeda, yaitu dari perspektif ilmiah. Bahwa sebenarnya hal-hal yang dianggap ghaib maupun megik memiliki logikanya masing-masing yang belum dipahami secara real oleh nalar manusia. Yang ada masih berupa hipotesis ataupun opini.

Tujuan dan harapan dari kegiatan ini adalah sebagai wadah diskusi bareng-bareng untuk mengasah daya intelektual dan cakrawala pengetahuan, harapannya bisa menjadikan dulur-dulur COBS mahasiswa yang suka baca buku dan berpengetahuan luas. Lebih jauh lagi bisa menghasilkan produk berupa tulisan-tulisan hasil diskusi. Pengetahuan adalah kekuatan, rugi dah yang ndak pada ikutan. COBS makin keren aja..... :D Amin...... Hmm tapi bener kog, dari organisasi mahasiswa daerah (organda) lain berpendapat bahwa COBS memiliki kegiatan yang paling padat. (mungkin mereka ingin menyenangkan hati kita, itu juga yang bilang masih satu organda :D) Jaya terus COBS.

Kebersamaan, Persaudaraan, Netral

Tuesday, March 24, 2015

Shearing Hearing In Frame



Oke jadi begini lur critanya, kemaren itu ada kegiatan shearing-hearing bareng dulur-dulur mahasiswa semester 2 sampai semester atas. Rencananya juga ngundang alumni, tapi karena berbagai kesibukan beliau-beliau ndak ada yang bisa hadir. Di acara iku juga mengundang beberapa pembina COBS, baik Pak Gatot, Bu Ida, Bu Laila, Bu Yuni dst, namun juga lagi-lagi banyak yang ndak bisa hadir sehingga cuma Bu Yuni saja yang bisa hadir dalam kegiatan mulia itu. :D

          Acara itu dilaksanakan di Cafe Kampus lantai dua, pada hari Sabtu, tanggal 21 Maret. Bertepatan dengan hari raya Nyepi, namun bukannya kita ndak menghormati agama Hindu dengan malah membuat kegaduhan, tapi memang sepertinya ndak ada orang beragama Hindu di daerah desa Telang. Ya cara untuk menghormati agama lain kan juga beda-beda (semoga itu bukan alasan atau pembenaran :D)

          Nah ini yang lagi-lagi ndak pernah bolos dalam hampir tiap kegiatan, apaan coba? “Molor.” Jadwal acara dimulainya pukul 08.00, ujung-ujungnya dimulai pukul 09.00 tapi ya PMJ (Pie Maneh Jal) lhawong panitia aja juga belum sepenuhnya selesai prepare lokasi saat pukul 08.00. tapi bukan karena panitia yang ndak ontime, pihak cafe juga ndak memperbolehkan prepare tempat sebelum cafe buka pukul 08.00. (itu juga bukan pembenaran kog :D hehe) prepare bisa malam atau sore hari sebelum hari H. Tapi itu juga bukan salah panitia, lagi-lagi pihak Cafe melarang meninggalkan perlengkapan sejenis sound dkk ditinggal di ruangan itu, katanya takut kalo hilang. It’s true story :D

          Sekedar bocoran ya, jangan bilang sapa-sapa, sebenarnya acara shearing hearing itu diadakan bulan April. Di bulan Maret ini harusnya acara kunjungan kerja di Usaha Kecil Menengah (UKM), ya biar da motivasi bagi dulur-dulur yang minat di kewirausahaan untuk lebih semangat dalam mengasah dan mempraktekkan ilmunya. Namun e ternyata, ketikat panitia nyoba survey tempatnya, tidak memungkinkan untuk dilakukan kunjungan kerja, mengingat jumlah peserta yang cukup banyak lur. Nah alhasil banting stir lah para panitia itu ke shearing hearing. Dengan waktu hanya dua minggu mereka kerja keras untuk persiapan. Acara berkonsepkan diskusi, jadi diharapkan ada feedback / respon / umpan balik (bukan skakelar arus balik :D) Jadi panitia dengan mas Andriy selaku ketum COBS itu pengennya acara ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung hanya komunikasi satu arah. It’s good idea :D

          Tujuan dari acara shearing hearing itu apaan ? apaan ya.... tujuannya itu untuk silahturahmi antar anggota COBS, alumni, maupun dosen, itu yang pertama. yang kedua itu ....sebagai ajang saling mengasah daya inteltual dari anggota dan lain-lain. Hehe ya diharapkan dari kegiatan ini banyak muncul ide-ide baru dan semakin eratnya persaudaraan antar anggota COBS (so sweet, it’s true story :D)

          Nah acaranya gimana? Alhamdulillah acaranya berjalan lancar dan sesuai harapan. Dengan ketua pelaksana mas April dari prodi manajen, dan koordinasi yang cukup bagus, meski ada misscommunication di beberapa bagian, hal itu cukup wajar (menghibur diri sendiri :D hehe) hmm intinya acara sesuai dengan konsep dan harapan dari panitia titik (.) Jadi susunan acaranya iku berupa pembukaan, sambutan-sambutan, trus LPJ kegiatan yang lalu WorkShop dan Briefing to School sekaligus pembubaran panitia, trus dilanjutkan penutup dan masuk pada acara inti yaitu shearing hearing bin diskusi terbuka. Di pembubaran panita briefing to school diberikan penghargaan untuk panitia terbaik lho...... predikat panitia terbaik diraih oleh Kharis Putra Sukirman (bukan anaknya Sukirman waketum COBS :D) karena keaktifan dan perjuangannya yang hampir selalu datang ketika briefing di SMA mana ja.....


          Sebelumnya dulur-dulur maba yang ikut datang dalam rapat juga diminta untuk bersuara dalam pemilihan tema. Dan disepakati temanya iku “Kesiapan Mahasiswa menghadapi  Dunia Kerja dalam Industrialisasi Migas dan Era MEA di Bojonegoro” PJ (Pie Jal....?) temanya keren kan.....? hehe

          Dalam sesi shearing hearing, Bu Yuni selaku salah satu pembina COBS memberikan pengarahan, pengalaman, dan pengetahuan beliau tentang tema yang ditentukan. Sehingga dulur-dulur yang hadir punya pandangan tentang Migas dan MEA. Setelah itu sesi diskusi dibuka oleh Sukirman selaku notulen. Diskusi berjalan cukup lancar dan cukup seru, pasalnya banyak wawasan dan pertanyaan-pertanyaan kritis yang bermunculan. Baik tentang terancamnya usaha kecil menengah di Bojonegoro dalam MEA, tenaga kerja Migas, ekspor-impor, budaya masyarakat konsumtif Indonesia, hingga ke ranah strategi pemasaran perusahaan asing serta karakter masyarakat Indonesia yang sulit fokus dalam bidang yang diminati. Walah pokoke cukup kerenlah lur, rugi bagi yang berhalangan hadir. Semoga bagi dulur-dulur yang ndak ikut segera insaf karena ndak ikut. Hehe

          Eh, kalo hasil dari diskusi itu dijadikan opini atau karya tulis dari dulur-dulur COBS kan keren. Judulnya “COBS Berkarya” pie? Udah kuno ya? Ato gimana kalo COBS the Creator ? hmm ketinggian. The Light? Kayak jargon iklan lampu ja hehehe. Hmm apalah itu, semoga bisa terealisasi dan barokah bagi sesama amin......

          O ya, sesi terakhir adalah photo-photo atau selfie bareng atau lebih tepatnya narsis kali ya, PMJ (Pie Maneh Jal) .... selfienya mendominasi ketimbang dokumentasi je....hehe. Banyak ekspresi-ekspresi yang unik lho....ini photonya dulur-dulur saat mungkin mereka khilaf. :D inilah yang menjadi alasan diambilnya judul Shearing Hearing in Frame










Hmm ini hasil jepret foto, semoga yang edit foto juga ndak sedang dalam kekhilafan, amin. . . maaf untuk yang bersangkutan, bukan bermaksud demikian, tapi memang demikian adanya,, :D becanda lur......semoga makin kompak dan jaya COBS

KEBERSAMAAN, PERSAUDARAAN, NETRAL

Friday, February 6, 2015

Order Jaket COBS dulur2..... :D

ayo pada pesen.....
jaket COBS,
warna : Biru Dongker
Kain : Katon Flis
Batik warna merah Hati
Harga : Rp 110.000
Pemesanan Hingga 22 Februari 2015
Cp : 085733049751Fitri