Tuesday, March 24, 2015

Shearing Hearing In Frame



Oke jadi begini lur critanya, kemaren itu ada kegiatan shearing-hearing bareng dulur-dulur mahasiswa semester 2 sampai semester atas. Rencananya juga ngundang alumni, tapi karena berbagai kesibukan beliau-beliau ndak ada yang bisa hadir. Di acara iku juga mengundang beberapa pembina COBS, baik Pak Gatot, Bu Ida, Bu Laila, Bu Yuni dst, namun juga lagi-lagi banyak yang ndak bisa hadir sehingga cuma Bu Yuni saja yang bisa hadir dalam kegiatan mulia itu. :D

          Acara itu dilaksanakan di Cafe Kampus lantai dua, pada hari Sabtu, tanggal 21 Maret. Bertepatan dengan hari raya Nyepi, namun bukannya kita ndak menghormati agama Hindu dengan malah membuat kegaduhan, tapi memang sepertinya ndak ada orang beragama Hindu di daerah desa Telang. Ya cara untuk menghormati agama lain kan juga beda-beda (semoga itu bukan alasan atau pembenaran :D)

          Nah ini yang lagi-lagi ndak pernah bolos dalam hampir tiap kegiatan, apaan coba? “Molor.” Jadwal acara dimulainya pukul 08.00, ujung-ujungnya dimulai pukul 09.00 tapi ya PMJ (Pie Maneh Jal) lhawong panitia aja juga belum sepenuhnya selesai prepare lokasi saat pukul 08.00. tapi bukan karena panitia yang ndak ontime, pihak cafe juga ndak memperbolehkan prepare tempat sebelum cafe buka pukul 08.00. (itu juga bukan pembenaran kog :D hehe) prepare bisa malam atau sore hari sebelum hari H. Tapi itu juga bukan salah panitia, lagi-lagi pihak Cafe melarang meninggalkan perlengkapan sejenis sound dkk ditinggal di ruangan itu, katanya takut kalo hilang. It’s true story :D

          Sekedar bocoran ya, jangan bilang sapa-sapa, sebenarnya acara shearing hearing itu diadakan bulan April. Di bulan Maret ini harusnya acara kunjungan kerja di Usaha Kecil Menengah (UKM), ya biar da motivasi bagi dulur-dulur yang minat di kewirausahaan untuk lebih semangat dalam mengasah dan mempraktekkan ilmunya. Namun e ternyata, ketikat panitia nyoba survey tempatnya, tidak memungkinkan untuk dilakukan kunjungan kerja, mengingat jumlah peserta yang cukup banyak lur. Nah alhasil banting stir lah para panitia itu ke shearing hearing. Dengan waktu hanya dua minggu mereka kerja keras untuk persiapan. Acara berkonsepkan diskusi, jadi diharapkan ada feedback / respon / umpan balik (bukan skakelar arus balik :D) Jadi panitia dengan mas Andriy selaku ketum COBS itu pengennya acara ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung hanya komunikasi satu arah. It’s good idea :D

          Tujuan dari acara shearing hearing itu apaan ? apaan ya.... tujuannya itu untuk silahturahmi antar anggota COBS, alumni, maupun dosen, itu yang pertama. yang kedua itu ....sebagai ajang saling mengasah daya inteltual dari anggota dan lain-lain. Hehe ya diharapkan dari kegiatan ini banyak muncul ide-ide baru dan semakin eratnya persaudaraan antar anggota COBS (so sweet, it’s true story :D)

          Nah acaranya gimana? Alhamdulillah acaranya berjalan lancar dan sesuai harapan. Dengan ketua pelaksana mas April dari prodi manajen, dan koordinasi yang cukup bagus, meski ada misscommunication di beberapa bagian, hal itu cukup wajar (menghibur diri sendiri :D hehe) hmm intinya acara sesuai dengan konsep dan harapan dari panitia titik (.) Jadi susunan acaranya iku berupa pembukaan, sambutan-sambutan, trus LPJ kegiatan yang lalu WorkShop dan Briefing to School sekaligus pembubaran panitia, trus dilanjutkan penutup dan masuk pada acara inti yaitu shearing hearing bin diskusi terbuka. Di pembubaran panita briefing to school diberikan penghargaan untuk panitia terbaik lho...... predikat panitia terbaik diraih oleh Kharis Putra Sukirman (bukan anaknya Sukirman waketum COBS :D) karena keaktifan dan perjuangannya yang hampir selalu datang ketika briefing di SMA mana ja.....


          Sebelumnya dulur-dulur maba yang ikut datang dalam rapat juga diminta untuk bersuara dalam pemilihan tema. Dan disepakati temanya iku “Kesiapan Mahasiswa menghadapi  Dunia Kerja dalam Industrialisasi Migas dan Era MEA di Bojonegoro” PJ (Pie Jal....?) temanya keren kan.....? hehe

          Dalam sesi shearing hearing, Bu Yuni selaku salah satu pembina COBS memberikan pengarahan, pengalaman, dan pengetahuan beliau tentang tema yang ditentukan. Sehingga dulur-dulur yang hadir punya pandangan tentang Migas dan MEA. Setelah itu sesi diskusi dibuka oleh Sukirman selaku notulen. Diskusi berjalan cukup lancar dan cukup seru, pasalnya banyak wawasan dan pertanyaan-pertanyaan kritis yang bermunculan. Baik tentang terancamnya usaha kecil menengah di Bojonegoro dalam MEA, tenaga kerja Migas, ekspor-impor, budaya masyarakat konsumtif Indonesia, hingga ke ranah strategi pemasaran perusahaan asing serta karakter masyarakat Indonesia yang sulit fokus dalam bidang yang diminati. Walah pokoke cukup kerenlah lur, rugi bagi yang berhalangan hadir. Semoga bagi dulur-dulur yang ndak ikut segera insaf karena ndak ikut. Hehe

          Eh, kalo hasil dari diskusi itu dijadikan opini atau karya tulis dari dulur-dulur COBS kan keren. Judulnya “COBS Berkarya” pie? Udah kuno ya? Ato gimana kalo COBS the Creator ? hmm ketinggian. The Light? Kayak jargon iklan lampu ja hehehe. Hmm apalah itu, semoga bisa terealisasi dan barokah bagi sesama amin......

          O ya, sesi terakhir adalah photo-photo atau selfie bareng atau lebih tepatnya narsis kali ya, PMJ (Pie Maneh Jal) .... selfienya mendominasi ketimbang dokumentasi je....hehe. Banyak ekspresi-ekspresi yang unik lho....ini photonya dulur-dulur saat mungkin mereka khilaf. :D inilah yang menjadi alasan diambilnya judul Shearing Hearing in Frame










Hmm ini hasil jepret foto, semoga yang edit foto juga ndak sedang dalam kekhilafan, amin. . . maaf untuk yang bersangkutan, bukan bermaksud demikian, tapi memang demikian adanya,, :D becanda lur......semoga makin kompak dan jaya COBS

KEBERSAMAAN, PERSAUDARAAN, NETRAL

3 comments: